Baru mau mulai nonton anime, lalu membuka daftar rekomendasi di internet. Bukannya semakin mudah memilih, yang muncul justru puluhan judul dengan genre, jumlah episode, studio, tahun rilis, dan rating yang berbeda-beda.

Satu orang menyarankan anime action populer. Orang lain bilang harus mulai dari anime klasik. Ada juga yang merekomendasikan serial panjang karena dianggap sebagai tontonan wajib. Akhirnya waktu lebih banyak habis membandingkan judul daripada benar-benar menonton.

Padahal memilih anime pertama tidak perlu dimulai dari mencari anime yang dianggap paling bagus oleh semua orang. Pilihan awal yang lebih masuk akal adalah anime yang paling dekat dengan jenis cerita dan pengalaman menonton yang memang sudah Anda sukai.

Tidak Ada Anime yang Wajib Menjadi Tontonan Pertama

Cara Memilih Anime Pertama untuk Pemula

Ketika baru mengenal anime, mudah merasa ada beberapa judul yang harus ditonton terlebih dahulu agar dianggap memahami anime.

Sebenarnya tidak ada urutan resmi seperti itu.

Anime adalah medium yang memiliki banyak jenis cerita. Ada action, romance, comedy, mystery, sports, fantasy, science fiction, slice of life, horror, hingga drama keluarga.

Seseorang yang menyukai thriller psikologis tentu tidak harus memulai dari anime romance hanya karena judul tersebut sangat populer.

Popularitas bisa membantu menemukan pilihan, tetapi selera pribadi tetap lebih penting.

Mulai dari Film dan Serial yang Sudah Anda Sukai

Cara sederhana mempersempit pilihan adalah melihat tontonan non-anime yang selama ini Anda nikmati.

Jika menyukai superhero, film action, atau cerita dengan pertarungan besar, anime action dan adventure mungkin menjadi titik awal yang nyaman.

Jika lebih suka drama hubungan antar karakter, romance atau slice of life bisa lebih menarik. Penggemar detective story dapat mencoba mystery, sedangkan orang yang menyukai dunia fantasi dapat mencari fantasy atau adventure.

Anda tidak harus memahami seluruh istilah genre anime terlebih dahulu.

Mulailah dari pertanyaan sederhana: cerita seperti apa yang biasanya membuat saya betah menonton?

Genre Lebih Berguna daripada Daftar “Anime Terbaik”

Daftar anime terbaik biasanya dibuat berdasarkan kriteria tertentu. Rating tinggi, popularitas, pengaruh budaya, kualitas animasi, atau preferensi penulis dapat menentukan posisi sebuah judul.

Masalahnya, anime yang dianggap luar biasa belum tentu cocok untuk penonton baru tertentu.

Daripada membuka daftar 100 anime terbaik dan kembali kebingungan, pilih satu atau dua genre terlebih dahulu.

Daftar yang tadinya berisi puluhan judul langsung menjadi jauh lebih kecil.

Setelah menemukan genre yang disukai, eksplorasi dapat diperluas secara alami.

Pilih Berdasarkan Mood yang Sedang Dicari

Selera tidak hanya berbeda antarorang. Selera kita sendiri juga berubah berdasarkan suasana.

Kadang ingin cerita serius yang membuat penasaran setiap episode. Pada waktu lain, yang dibutuhkan justru tontonan ringan setelah aktivitas seharian.

Karena itu, tanyakan pengalaman apa yang ingin didapatkan.

Apakah ingin tertawa? Merasakan ketegangan? Mengikuti petualangan panjang? Menikmati cerita santai? Atau mencari sesuatu yang emosional?

Dua anime dengan kualitas sama-sama bagus dapat memberikan pengalaman yang sangat berbeda.

Jumlah Episode Penting untuk Pemula

Serial dengan ratusan episode bisa sangat menyenangkan bagi penggemarnya, tetapi angka tersebut dapat terasa seperti komitmen besar bagi seseorang yang baru mencoba anime.

Tidak ada kewajiban memulai dari serial panjang.

Anime dengan sekitar satu cour atau satu musim pendek dapat menjadi pilihan yang lebih mudah dicoba. Anda dapat mengenal gaya storytelling anime tanpa merasa harus menyelesaikan perjalanan yang sangat panjang.

Kalau ternyata menyukainya, serial yang lebih panjang selalu bisa dicoba nanti.

Sebaliknya, jika memang senang mengikuti cerita besar selama berbulan-bulan, jumlah episode yang banyak belum tentu menjadi masalah.

Film Anime Bisa Menjadi Pintu Masuk yang Lebih Ringan

Tidak yakin ingin langsung mengikuti satu musim penuh?

Film anime dapat menjadi alternatif.

Dalam satu sesi menonton, Anda sudah bisa merasakan bagaimana animasi, penyutradaraan, musik, ekspresi karakter, dan storytelling bekerja dalam medium ini.

Format film juga cocok untuk orang yang terbiasa menonton film tetapi belum terbiasa mengikuti serial episodik.

Jika pengalaman pertama menyenangkan, baru lanjut mengeksplorasi serial.

Jangan Menilai Semua Anime dari Satu Judul

Anime pertama ternyata tidak cocok?

Itu tidak berarti Anda tidak menyukai anime.

Bayangkan seseorang menonton satu film horror yang tidak disukai lalu menyimpulkan bahwa seluruh film buruk. Kesimpulannya terlalu luas.

Hal yang sama berlaku untuk anime.

Mungkin masalahnya bukan medium anime, melainkan genre, pacing, humor, karakter, atau gaya cerita dari judul yang dipilih.

Coba judul dengan karakter berbeda sebelum menentukan apakah anime memang bukan selera Anda.

Sinopsis Lebih Penting daripada Hype

Sebuah anime bisa sedang ramai dibicarakan di media sosial, tetapi hype tidak menjelaskan apakah ceritanya sesuai dengan selera Anda.

Baca sinopsis singkat terlebih dahulu.

Tidak perlu mencari penjelasan cerita panjang karena berisiko terkena spoiler. Cukup pahami premis utamanya, siapa karakter sentralnya, dan konflik seperti apa yang ditawarkan.

Jika premisnya saja sudah membuat penasaran, peluang Anda menikmati episode pertama biasanya lebih besar daripada memilih hanya karena judul tersebut sedang viral.

Trailer Bisa Membantu Membaca “Rasa” Sebuah Anime

Sinopsis menjelaskan cerita, tetapi belum tentu menggambarkan atmosfernya.

Trailer dapat membantu melihat gaya visual, tone, setting, musik, tempo, dan sedikit dinamika karakter.

Anime dengan premis serius bisa saja memiliki banyak unsur comedy. Sebaliknya, visual yang terlihat ringan mungkin menyimpan cerita yang lebih emosional.

Gunakan trailer sebagai filter tambahan, bukan sebagai jaminan kualitas.

Tujuannya hanya mengetahui apakah dunia yang ditawarkan membuat Anda ingin melihat lebih jauh.

Rating Berguna, Tapi Jangan Dijadikan Syarat Mutlak

Rating dapat memberikan gambaran mengenai penerimaan penonton.

Namun angka tinggi bukan berarti semua orang akan menyukai anime tersebut.

Komunitas tertentu dapat memberikan nilai tinggi karena kualitas teknis, adaptasi manga yang bagus, nostalgia, atau karena judul tersebut sangat cocok untuk penggemar genre tertentu.

Sebaliknya, anime dengan rating lebih biasa bisa menjadi favorit pribadi seseorang.

Gunakan rating untuk mendapatkan konteks, bukan menggantikan selera sendiri.

Coba Aturan Tiga Episode Secara Fleksibel

Ada kebiasaan di kalangan penonton untuk memberi sebuah anime sekitar tiga episode sebelum memutuskan lanjut atau berhenti.

Metode ini cukup berguna karena episode pertama kadang masih berfungsi sebagai pengenalan karakter dan dunia.

Tetapi tiga episode bukan hukum.

Jika sejak awal benar-benar tidak tertarik dan tidak ada satu pun elemen yang membuat penasaran, Anda boleh berhenti. Waktu menonton adalah milik Anda.

Sebaliknya, jika episode pertama langsung menarik, tidak perlu menunggu episode ketiga untuk mengakui bahwa Anda menyukainya.

Jangan Takut Drop Anime

Salah satu hal yang membuat pemula cepat lelah adalah merasa harus menyelesaikan setiap serial yang sudah dimulai.

Padahal berhenti menonton adalah bagian normal dari menemukan selera.

Mungkin ceritanya terlalu lambat. Humornya tidak cocok. Karakternya tidak menarik. Atau Anda sekadar sedang tidak berada dalam mood yang tepat.

Drop satu anime bukan kegagalan.

Justru dengan mencoba beberapa tipe cerita, Anda mulai memahami apa yang benar-benar membuat Anda betah.

Perhatikan Pacing yang Anda Sukai

Ada anime yang konflik utamanya muncul dengan cepat sejak episode pertama. Ada pula yang sengaja membangun dunia dan karakter secara perlahan sebelum cerita besarnya berkembang.

Keduanya bukan berarti lebih baik atau buruk.

Masalahnya adalah kecocokan.

Jika biasanya menyukai cerita cepat, anime slow burn mungkin terasa berat sebagai tontonan pertama. Sebaliknya, penonton yang menikmati perkembangan karakter perlahan mungkin merasa serial action yang sangat cepat kurang memberikan kedalaman.

Pacing merupakan salah satu faktor selera yang baru terasa setelah mulai menonton.

Sub atau Dub? Pilih yang Membuat Nyaman

Pemula sering bertanya apakah anime harus ditonton menggunakan audio Jepang dengan subtitle.

Tidak harus.

Jika subtitle membuat Anda kesulitan mengikuti visual, versi dubbing yang tersedia bisa menjadi pilihan. Jika ingin mendengar voice acting asli dan nyaman membaca subtitle, gunakan audio Jepang.

Tidak ada manfaatnya memaksakan format tertentu sampai pengalaman menonton menjadi tidak menyenangkan.

Setelah terbiasa, Anda dapat mencoba keduanya dan menentukan preferensi sendiri.

Jangan Terlalu Banyak Memulai Serial Sekaligus

Karena penasaran, seseorang bisa memulai lima atau enam anime dalam satu malam.

Hasilnya justru sulit mengingat karakter, dunia, dan konflik masing-masing.

Untuk pemula, satu sampai tiga judul dengan genre berbeda biasanya sudah cukup sebagai eksperimen awal.

Misalnya satu action, satu comedy, dan satu mystery.

Setelah beberapa episode, akan terlihat mana yang paling membuat Anda ingin menekan tombol episode berikutnya.

Dari situ pencarian anime selanjutnya menjadi jauh lebih mudah.

Karakter Bisa Lebih Penting daripada Genre

Kadang seseorang mengatakan menyukai anime action, padahal yang sebenarnya membuatnya bertahan adalah hubungan antar karakter.

Ada pula yang mengira menyukai romance, tetapi ternyata lebih tertarik pada comedy di dalamnya.

Setelah menyelesaikan beberapa anime, coba pikirkan bagian mana yang paling Anda ingat.

Apakah pertarungannya? Misterinya? Dunia fantasinya? Perkembangan karakter? Persahabatan? Dialog? Humor?

Jawaban tersebut menjadi filter yang jauh lebih personal daripada sekadar label genre.

Rekomendasi Teman Akan Lebih Berguna Jika Disertai Alasan

Daripada bertanya, “Anime bagus apa?”, berikan sedikit konteks.

Misalnya:

“Saya suka cerita misteri yang tidak terlalu panjang.”

Atau:

“Saya mau action, tapi karakternya juga harus kuat.”

Pertanyaan seperti ini membuat rekomendasi lebih relevan.

Di AnimeGos, cara mencari tontonan yang menarik sebaiknya memang dimulai dari selera penonton, bukan sekadar mengejar daftar judul yang sedang populer.

Semakin jelas preferensinya, semakin kecil kemungkinan daftar rekomendasi berubah menjadi tumpukan judul yang tidak pernah ditonton.

Jangan Terlalu Banyak Membaca Sebelum Menonton

Mencari informasi memang membantu, tetapi ada titik ketika riset justru mengurangi pengalaman.

Anda membaca review, ranking karakter, penjelasan ending, perdebatan fandom, teori, dan komentar episode.

Tanpa sadar, banyak kejutan cerita sudah diketahui sebelum episode pertama dimulai.

Setelah menemukan premis yang menarik dan memastikan serialnya sesuai dengan apa yang dicari, berhenti melakukan riset.

Mulai menonton.

Anime dipilih untuk dinikmati, bukan untuk dianalisis selama dua jam sebelum menekan play.

Anime Pertama Tidak Harus Menjadi Anime Favorit

Ada tekanan kecil untuk mendapatkan pengalaman pertama yang sempurna.

Padahal anime pertama hanya berfungsi sebagai pintu masuk.

Setelah itu, selera akan berkembang.

Judul yang awalnya dianggap luar biasa mungkin terasa berbeda setelah menonton lebih banyak anime. Sebaliknya, genre yang sebelumnya tidak pernah dipertimbangkan bisa menjadi favorit baru.

Proses menemukan selera justru merupakan salah satu bagian menyenangkan dari mulai menonton anime.

Kesimpulan

Memilih anime pertama menjadi jauh lebih mudah ketika Anda berhenti mencari satu judul yang dianggap sempurna untuk semua orang.

Mulailah dari genre dan jenis cerita yang sudah disukai, tentukan mood, pertimbangkan jumlah episode, baca sinopsis singkat, lalu coba menonton tanpa terlalu banyak memikirkan ranking.

Jika tidak cocok, pindah ke judul lain. Jika satu elemen terasa menarik, gunakan elemen tersebut sebagai petunjuk untuk rekomendasi berikutnya.

Daftar anime memang bisa sangat panjang, tetapi Anda tidak perlu menonton semuanya untuk menemukan satu tontonan yang tepat.

Anime pertama terbaik bukan selalu anime dengan rating tertinggi. Anime pertama terbaik adalah yang membuat Anda selesai satu episode lalu penasaran ingin menonton episode berikutnya.

Related Post